Dimana bahagiamu diletakkan? Di suatu tempatkah? Pada
sebuah bendakah? Atau pada suatu waktukah? Atau jangan-jangan, pada seseorang?
Lalu, mana yang terbaik bagi kita diantara keempat pilihan diatas?
Senin, 13 Agustus 2012
Minggu, 12 Agustus 2012
Creoso, Mellonamin!
Arak-Arak,
11 Agustus 2012
Aku :
Vedu’I Il’er! Quel Undome!
Penghuni hutan : Quel Undome, Warrior!
Elimarandul Rithrandril : Creoso, Warrior, Creoso, Mellonamin!
Senin, 09 Juli 2012
Puncak Kegelisahan
Waru Boulevard, Sidorajo, couple weeks earlier…
Pandanganku kabur melihat jalanan
yang berlari di luar jendela. Tekanan darah sudah terlalu lemah untuk sampai ke
saraf mata. Aku bahkan nyaris tak bisa mempertahankan tegak leherku. Horizon
langit berlatar tol juanda bergoyang seperti kapal karam. Meskipun setengah tak
sadar, aku masih bisa melihat dalam remang, sang surya terbit untukku…
Mengkonversi Kecemburuan, Jadi daya Juang
Senin
itu penerbitan New News begitu lancarnya. Para pelanggan terpuaskan. Isi berita
semakin bagus. Perwajahan makin apik. Kinerja redaksi sudah mulai teratur.
Usaha kami terseok-seok selama setahun kini mulai membuahkan hasil. Pak Rektor
menerima dengan senyum. Apresiasi datang dari berbagai arah. Popularitas mulai
terkerek naik. Pujian senior pun semakin sering. Bahkan, dekan Fakultas Adab,
menyempatkan diri duduk denganku membincangkan media kami.
Rabu, 04 Juli 2012
Grup Patah Hati
Pelabuhan Tanjung Perak,
Three days earlier...
Moment indah tak bisa terjadi dua kali. Ini buktinya.
Maunya sih, ingin ngulang masa jalan-jalan seru ke stasiun semut bersama mb
Yus, Pak jendral, mb Mia, dan mb Mir. Eh, ternyata keadaan berubah jadi aneh,
beberapa teman tidak menerima telpon
atau smsku. Salah satu alasan mau keluar sama yang lain. Bahkan ada salah
seorang yang entah sengaja atau tidak menonaktifkan Handphone-nya. Loh-loh-loh, onok opo iki...Sabtu, 30 Juni 2012
Nurul Jadid, Sejuta Rinduku Untukmu
One
day earlier...
Apa yang
membuatku sangat bersyukur adalah, aku pernah menjadi bagian dari tempat ini.
Tanah sejuta Barakah. Dibangun oleh para wali allah dan dihuni oleh orang-orang
mulia. Melahirkan para manusia-manusia shaleh yang turut mewarnai dunia. Nah,
rupanya Surabaya sudah berhasil mengubah penampilanku dari seorang santri
menjadi potongan seorang preman. Jadi, tak ada yang melihatku sebagai seorang
alumni. Alih-alih malah seorang pelaku curanmor yang masuk ke Harlah, Ah...
Rabu, 27 Juni 2012
Apa Kabar? Kenangan...
Pantai
Tanjung Gerinting, 17 Juni 2012
Four days
earlier...
Tanpa
sadar, Kupilih laut sebagai storage dari
semua kenangan dalam hidupku. Semua momen indah dalam hidupku terjadi dekat
laut. satu di pantai ini, Satunya lagi tanjung kodok lamongan. Sedikit di camplong,
siring kemuning dan pasir putih. Termasuk, akhir-akhir ini aku sedang terobsesi
dengan seseorang yang kuibaratkan sebagai “Laut”. (haha, kenapa kebetulan sekali ya?)
Apa Kabar? Kenangan...
Pantai
Tanjung Gerinting, 17 Juni 2012
Four days
earlier...
Tanpa
sadar, Kupilih laut sebagai storage dari
semua kenangan dalam hidupku. Semua momen indah dalam hidupku terjadi dekat
laut. satu di pantai ini, Satunya lagi tanjung kodok lamongan. Sedikit di camplong,
siring kemuning dan pasir putih. Termasuk, akhir-akhir ini aku sedang terobsesi
dengan seseorang yang kuibaratkan sebagai “Laut”. (haha, kenapa kebetulan sekali ya?)
Minggu, 24 Juni 2012
Reporting For Duty
Jadi, baru-baru ini, tuhan mengacak-acak diriku dengan rentetan
kejadian yang begitu cepat.
otakku yang terlalu lambat tak mampu
mengejar dan mencatat takdir tuhan walau satu bab-pun dalam blog? Tapi baiklah,
ini Edisi Qadha dari semuanya.
Kamis, 21
Juni 2012
Laut
selat Madura yang beriak rupanya melukiskan wajah kakek dengan cukup jelas,
dari dulu, sorot matanya tak pernah berubah, sejak aku lahir, hingga dewasa.
Tatapan yang penuh rasa kebanggaan. Hanya untukku, tidak untuk cucunya yang
lain.
Jumat, 11 Mei 2012
Twenty Year Standing
-->
Surabaya, 12 mei 2012
Pagi ini, aku berdiri di lantai 4 fakultas adab, melempar pandangan pada cakrawala baru kota Surabaya yang masih menggeliat naik. Dua puluh tahun, fiq!, Dua Puluh tahun kita berdiri dalam pertarungan ini. Tanganmu sudah terkoyak habis, kakimu sudah gemetar, Hatimu sudah hancur tak berbentuk. Bahumu sudah retak menahan beban.
Ya Allah, aku lelah sekali…
Dua Puluh Tahun, fiq!
Kita menahan rasa sakit itu, Kita simpan Tangisan dalam diam. Mencoba terus bertahan. Kendati harapan sudah lama hilang, tidur dalam gelisah, dikejar mimpi yang terus menyiksa. Impian yang tak henti menguras seluruh energy hidup yang kita miliki. Terkapar dalam penat. Diseret kebingungan, disergap ketidakpastian, dicekam kegelisahan. Tanpa Jeda, Tanpa Henti, Tanpa Akhir
Langganan:
Postingan
(
Atom
)







