Minggu, 12 Agustus 2012

Creoso, Mellonamin!


Arak-Arak, 11 Agustus 2012
               
Malam itu hujan rintik-rintik.
Aku                                 : Vedu’I  Il’er! Quel Undome!
Penghuni hutan                 : Quel Undome, Warrior!
Elimarandul Rithrandril     : Creoso, Warrior, Creoso, Mellonamin!

Senin, 09 Juli 2012

Puncak Kegelisahan

Waru Boulevard, Sidorajo, couple weeks earlier…
Pandanganku kabur melihat jalanan yang berlari di luar jendela. Tekanan darah sudah terlalu lemah untuk sampai ke saraf mata. Aku bahkan nyaris tak bisa mempertahankan tegak leherku. Horizon langit berlatar tol juanda bergoyang seperti kapal karam. Meskipun setengah tak sadar, aku masih bisa melihat dalam remang, sang surya terbit untukku…

Mengkonversi Kecemburuan, Jadi daya Juang


Three days earlier…
                Senin itu penerbitan New News begitu lancarnya. Para pelanggan terpuaskan. Isi berita semakin bagus. Perwajahan makin apik. Kinerja redaksi sudah mulai teratur. Usaha kami terseok-seok selama setahun kini mulai membuahkan hasil. Pak Rektor menerima dengan senyum. Apresiasi datang dari berbagai arah. Popularitas mulai terkerek naik. Pujian senior pun semakin sering. Bahkan, dekan Fakultas Adab, menyempatkan diri duduk denganku membincangkan media kami.

Rabu, 04 Juli 2012

Grup Patah Hati


Pelabuhan Tanjung Perak, 
Three days earlier...
                Moment indah tak bisa terjadi dua kali. Ini buktinya. Maunya sih, ingin ngulang masa jalan-jalan seru ke stasiun semut bersama mb Yus, Pak jendral, mb Mia, dan mb Mir. Eh, ternyata keadaan berubah jadi aneh, beberapa  teman tidak menerima telpon atau smsku. Salah satu alasan mau keluar sama yang lain. Bahkan ada salah seorang yang entah sengaja atau tidak menonaktifkan Handphone-nya. Loh-loh-loh, onok opo iki...

Sabtu, 30 Juni 2012

Nurul Jadid, Sejuta Rinduku Untukmu


One day earlier...
Apa yang membuatku sangat bersyukur adalah, aku pernah menjadi bagian dari tempat ini. Tanah sejuta Barakah. Dibangun oleh para wali allah dan dihuni oleh orang-orang mulia. Melahirkan para manusia-manusia shaleh yang turut mewarnai dunia. Nah, rupanya Surabaya sudah berhasil mengubah penampilanku dari seorang santri menjadi potongan seorang preman. Jadi, tak ada yang melihatku sebagai seorang alumni. Alih-alih malah seorang pelaku curanmor yang masuk ke Harlah, Ah...

Rabu, 27 Juni 2012

Apa Kabar? Kenangan...


Pantai Tanjung Gerinting,  17 Juni 2012

Four days earlier...
                Tanpa sadar, Kupilih laut sebagai storage dari semua kenangan dalam hidupku. Semua momen indah dalam hidupku terjadi dekat laut. satu di pantai ini, Satunya lagi  tanjung kodok lamongan. Sedikit di camplong, siring kemuning dan pasir putih. Termasuk, akhir-akhir ini aku sedang terobsesi dengan seseorang yang kuibaratkan sebagai “Laut”.  (haha, kenapa kebetulan sekali ya?)

Apa Kabar? Kenangan...

Pantai Tanjung Gerinting,  17 Juni 2012

Four days earlier...
                Tanpa sadar, Kupilih laut sebagai storage dari semua kenangan dalam hidupku. Semua momen indah dalam hidupku terjadi dekat laut. satu di pantai ini, Satunya lagi  tanjung kodok lamongan. Sedikit di camplong, siring kemuning dan pasir putih. Termasuk, akhir-akhir ini aku sedang terobsesi dengan seseorang yang kuibaratkan sebagai “Laut”.  (haha, kenapa kebetulan sekali ya?)

Minggu, 24 Juni 2012

Reporting For Duty


Jadi, baru-baru ini, tuhan mengacak-acak diriku dengan rentetan kejadian yang begitu cepat. otakku yang terlalu lambat tak mampu mengejar dan mencatat takdir tuhan walau satu bab-pun dalam blog? Tapi baiklah, ini Edisi Qadha dari semuanya.

Kamis, 21 Juni 2012
                Laut selat Madura yang beriak rupanya melukiskan wajah kakek dengan cukup jelas, dari dulu, sorot matanya tak pernah berubah, sejak aku lahir, hingga dewasa. Tatapan yang penuh rasa kebanggaan. Hanya untukku, tidak untuk cucunya yang lain.

Jumat, 11 Mei 2012

Twenty Year Standing

-->
Surabaya, 12 mei 2012

                Pagi ini, aku berdiri di lantai 4 fakultas adab, melempar pandangan pada cakrawala baru kota Surabaya yang masih menggeliat naik. Dua puluh tahun, fiq!, Dua Puluh tahun kita berdiri dalam pertarungan ini. Tanganmu sudah terkoyak habis, kakimu sudah gemetar, Hatimu sudah hancur tak berbentuk. Bahumu sudah retak menahan beban.

Ya Allah, aku lelah sekali…
      
Dua Puluh Tahun, fiq!
                Kita menahan rasa sakit itu, Kita simpan Tangisan dalam diam. Mencoba terus bertahan. Kendati harapan sudah lama hilang, tidur dalam gelisah, dikejar mimpi yang terus menyiksa. Impian yang tak henti menguras seluruh energy hidup yang kita miliki. Terkapar dalam penat. Diseret kebingungan, disergap ketidakpastian, dicekam kegelisahan. Tanpa Jeda, Tanpa Henti, Tanpa Akhir

Selasa, 03 April 2012

Democratic Force, March On!

 Grahadi Surabaya, 29 Maret 2012
Hanya Mahasiswa yang mampu membangkitkan kekuatan itu..
People power…
             Kami ada di bawah tatapan garang personil kepolisian anti huru-hara. Mereka berbaris rapi di belakang barikade barbed wire tiga silinder. Tactical shield di tangan kiri, pentungan di tangan kanan. Pistol berepeluru karet terselip di pinggang. Dibelakang mereka, disiagakan half –truck yang dilengkapi water cannon. Belum lagi sengatan batara surya diatas kepala kami.